BAB IV
MEMAHAMI
INDUK-INDUK AKHLAK TERPUJI
Materi Pembelajaran
:
1.
Induk-induk akhlak
terpuji
Seorang muslim seharusnya menghiasi diri dengan
akhlak terpuji (mahmudah). Adapun akhlak terpuji yang harus dimiiliki oleh
seorang muslim antara lain:
a.
Berani dalam segala
hal yang positif.
b.
Adil dan bijaksana
dalam menghadapi dan memutuskan sesuatu;
c.
Mendahulukan
kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri;
d.
Pemurah dan suka
menafkahkan hartanya, baik pada waktu lapang maupun susah;
e.
Ikhlas dalam melaksanakan
setiap amal perbuatan semata-mata karena Allah Swt.;
2.
Menggali Hikmah
Kehidupan
a.
Pengertian Hikmah
dan Ruang Lingkupnya
Secara bahasa
al-hikmah berarti: kebijaksanaan, pendapat atau pikiran yang bagus,
pengetahuan, filsafat, kenabian, keadilan, peribahasa (kata-kata bijak), dan
al-Qur'an.
b.
Keutamaan Hikmah
1)
memiliki rasa
percaya diri yang tinggi dalam
melaksanakan dan membela kebenaran ataupun keadilan,
2)
menjadikan ilmu
pengetahuan sebagai bekal utama yang terus dikembangkan,
3)
mampu berkomunikasi
denga orang lain dengan beragam pendekatan dan bahasan,
4)
memiliki semangat
juang yang tinggi untuk mensyiarkan kebenaran dengan beramar makruf nahi
munkar,
5)
senantisa berpikir
positif untuk mencari solusi dari semua persoalan yang dihadapi,
3.
Membiasakan Sikap
Iffah
a.
Pengertian if fah
Secara etimologis,
‘iffah adalah bentuk masdar dari affa-ya’iffu‘iffah yang berarti menjauhkan
diri dari hal-hal yang tidak baik, iffah juga berarti kesucian tubuh. Secara
terminologis, iffah adalah memelihara kehormatan diri dari segala hal yang akan
merendahkan, merusak dan menjatuhkannya. Iffah (al-iffah) juga dapat dimaknai
sebagai usaha untuk memelihara kesucian diri (al-iffah) adalah menjaga diri dari segala
tuduhan, fitnah, dan memelihara kehormatan.
4.
Mengembangkan sikap
syajaah
a.
Pengertian syajaah
Secara etimologi
kata al-syaja’ah berarti berani antonimnya dari
kata al-jabn yang berarti pengecut.
Syaja’ah dalam
kamus bahasa Arab artinya keberanian atau keperwiraan, yaitu seseorang yang
dapat bersabar terhadap sesuatu jika dalam jiwanya ada keberanian menerima
musibah atau keberanian dalam mengerjakan sesuatu.
b.
Penerapan Syaja’ah
dalam Kehidupan
Sumber keberanian yang dimiliki seseorang
diantaranya yaitu;
1)
Rasa takut kepada
Allah Swt.
2)
Lebih mencintai
akhirat daripada dunia,
3)
Tidak ragu-ragu,
berani dengan pertimbangan yang matang
4)
Tidak menomori
satukan kekuatan materi
5)
Tawakal dan yakin
akan pertolongan Allah,
Syaja’ah dapat dibagi menjadi dua macam:
1)
Syaja’ah harbiyah,
yaitu keberanian yang kelihatan atau tampak, misalnya keberanian dalam medan
tempur di waktu perang.
2)
Syaja’ah nafsiyah,
yaitu keberanian menghadapi bahaya atau penderitaan dan menegakkan
kebenaran.
5.
Menegakkan sikap
Adalah
1.
Pengertian
Pengertian
Pengertian adil menurut bahasa adalah sebagai berikut: Meletakkan sesuatu
pada tempatnya, Adil juga berarti tidak berat sebelah, tidak memihak, atau
menyamakan yang satu dengan yang lain.
Berlaku adil adalah
memperlakukan hak dan kewajiban secara seimbang, tidak memihak, dan tidak
merugikan pihak mana pun. Adil dapat berarti tidak berat sebelah serta berarti
sepatutnya, tidak sewenang-wenang.
2.
Kedudukan dan
Keutamaan Adil
a.
Terciptanya rasa
aman dan tentram karena semua telah merasa diperlakukan dengan adil.
b.
Membentuk pribadi
yang melaksanakan kewajiban dengan baik
c.
Menciptakan
kerukunan dan kedamaian
d.
Keadilan adalah
dambaan setiap orang. Alangkah bahagianya apabila keadilan bisa ditegakkan demi
masyarakat, bangsa dan negara, agar masyarakat merasa tentram dan damai lahir
dan batin.
e.
Begitu mulianya
orang yang berbuat adil sehingga Allah
tidak akan menolak doanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar