Responsive Ads Here

Jumat, 11 Mei 2018

induk Akhlak terpuji


BAB IV

MEMAHAMI INDUK-INDUK AKHLAK TERPUJI

Materi Pembelajaran :

1.      Induk-induk akhlak terpuji

Seorang muslim seharusnya menghiasi diri dengan akhlak terpuji (mahmudah). Adapun akhlak terpuji yang harus dimiiliki oleh seorang muslim antara lain:

a.       Berani dalam segala hal yang positif.

b.      Adil dan bijaksana dalam menghadapi dan memutuskan sesuatu;

c.       Mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri;

d.      Pemurah dan suka menafkahkan hartanya, baik pada waktu lapang maupun susah;

e.       Ikhlas dalam melaksanakan setiap amal perbuatan semata-mata karena Allah Swt.;

2.      Menggali Hikmah Kehidupan

a.       Pengertian Hikmah dan Ruang Lingkupnya

Secara bahasa al-hikmah berarti: kebijaksanaan, pendapat atau pikiran yang bagus, pengetahuan, filsafat, kenabian, keadilan, peribahasa (kata-kata bijak), dan al-Qur'an.

b.      Keutamaan Hikmah

1)      memiliki rasa percaya diri yang  tinggi dalam melaksanakan dan membela kebenaran ataupun keadilan,

2)      menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bekal utama yang terus dikembangkan,

3)      mampu berkomunikasi denga orang lain dengan beragam pendekatan dan bahasan,

4)      memiliki semangat juang yang tinggi untuk mensyiarkan kebenaran dengan beramar makruf nahi munkar,

5)      senantisa berpikir positif untuk mencari solusi dari semua persoalan yang dihadapi,

3.      Membiasakan Sikap Iffah

a.       Pengertian if  fah

Secara etimologis, ‘iffah adalah bentuk masdar dari affa-ya’iffu‘iffah yang berarti menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak baik, iffah juga berarti kesucian tubuh. Secara terminologis, iffah adalah memelihara kehormatan diri dari segala hal yang akan merendahkan, merusak dan menjatuhkannya. Iffah (al-iffah) juga dapat dimaknai sebagai usaha untuk memelihara kesucian diri (al-iffah) adalah  menjaga diri dari segala tuduhan, fitnah, dan memelihara kehormatan.

4.      Mengembangkan sikap syajaah

a.       Pengertian syajaah

Secara etimologi kata al-syaja’ah berarti berani antonimnya dari  kata al-jabn yang berarti pengecut.

Syaja’ah dalam kamus bahasa Arab artinya keberanian atau keperwiraan, yaitu seseorang yang dapat bersabar terhadap sesuatu jika dalam jiwanya ada keberanian menerima musibah atau keberanian dalam mengerjakan sesuatu.

b.      Penerapan Syaja’ah dalam Kehidupan

 Sumber keberanian yang dimiliki seseorang diantaranya yaitu;

1)      Rasa takut kepada Allah Swt.

2)      Lebih mencintai akhirat daripada dunia,

3)      Tidak ragu-ragu, berani dengan pertimbangan yang matang

4)      Tidak menomori satukan kekuatan materi

5)      Tawakal dan yakin akan pertolongan  Allah,

Syaja’ah dapat dibagi menjadi dua macam:

1)      Syaja’ah harbiyah, yaitu keberanian yang kelihatan atau tampak, misalnya keberanian dalam medan tempur di waktu perang.

2)      Syaja’ah nafsiyah, yaitu keberanian menghadapi bahaya atau penderitaan dan menegakkan kebenaran. 

5.      Menegakkan sikap Adalah

1.      Pengertian

Pengertian Pengertian adil menurut bahasa adalah sebagai berikut: Meletakkan sesuatu pada tempatnya, Adil juga berarti tidak berat sebelah, tidak memihak, atau menyamakan yang satu dengan yang lain.

Berlaku adil adalah memperlakukan hak dan kewajiban secara seimbang, tidak memihak, dan tidak merugikan pihak mana pun. Adil dapat berarti tidak berat sebelah serta berarti sepatutnya, tidak sewenang-wenang.

2.      Kedudukan dan Keutamaan Adil

a.       Terciptanya rasa aman dan tentram karena semua telah merasa diperlakukan dengan adil.

b.      Membentuk pribadi yang melaksanakan kewajiban dengan baik

c.       Menciptakan kerukunan dan kedamaian

d.      Keadilan adalah dambaan setiap orang. Alangkah bahagianya apabila keadilan bisa ditegakkan demi masyarakat, bangsa dan negara, agar masyarakat merasa tentram dan damai lahir dan batin.

e.       Begitu mulianya orang yang berbuat adil sehingga  Allah tidak akan menolak doanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar