BAB III
MENJADI HAMBA ALLAH
YANG BERAKHLAK
Materi Pembelajaran
:
1.
Pengertian Akhlak
Secara bahasa kata akhlak berasal dari bahasa
Arab al-akhlak, yang merupakan bentuk jamak dari kata khuluq atau al-khaliq
yang berarti a) tabiat, budi pekerti, b)
kebiasaan atau adat, c) keperwiraan,
kesatriaan, kejantanan
Sedangkan pengertian secara istilah, akhlak
adalah suatu keadaan yang melekat pada jiwa manusia, yang melahirkan
perbuatan-perbuatan yang mudah, tanpa melalui proses pemikiran, pertimbangan
atau penelitian.
2.
Macam-macam Akhlak
a.
Akhlak Wadh’iyyah
Akhlak Wadh'iyyah adalah norma
yang mengajarkan kepada manusia dengan berpedoman kepada olah pikir dan
pengalaman manusia.
b.
Akhlak Islam
Norma keagamaan
adalah akhlak yang mengajarkan akhlak kepada manusia dengan mengambil tuntunan
yang telah diberikan Allah Swt.
3.
Cara Meningkatan
Kualitas Akhlak
Peningkatan
kualitas akhlak penting dilakukan untuk mencapai kemuliaan hidup. Kualitas
akhlak (kemuliaan) sudah menjadi tujuan dari diutusnya Nabi Muhammad Saw, sesuai
dengan sabdanya:
“Sesungguhnya aku
diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” Rasulullah Saw
sendiri merupakan figur ideal dan contoh kepribadian utama yang bisa dijadikan
teladan.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ
أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan
yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan
(kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”. (Q.S.Al-Ahzab [33] : 21)
Jika kita melihat
kondisi seperti sekarang ini, masyarakat sedang mengalami dekadensi moral.
Lingkungan yang buruk, pengaruh negatif perkembangan tekhnologi dan pergaulan
yang cenderung bebas, semakin menguatkan pandangan bahwa pembinaan kualitas
akhlak dan peningkatan kualitas pendidikan Islam itu penting dilakukan agar
terbentuk akhlak mulia dan terpuji.
4.
Penerapan
Peningkatan Kualitas
a.
Lingkungan Keluarga
Keluarga adalah
lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Seorang anak akan bisa
tumbuh dan berkembang menjadi dewasa jika berada di dalam lingkungan keluarga
yang dibangun berdasarkan takwa kepada
Allah.. Allah berfirman:
يَاَيُّهَالذِّيْنَ اَمَنُوْا قُوْا
اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِكُمْ نَارًا وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالحِجَارَةُ
Hai orang-orang yang beriman,
peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah
manusia dan batu. (QS at-Tahrim [66] : 6)
Peningkatan kualitas akhlak bisa dilakukan orang
tua antara lain dengan cara membiasakan anak-anaknya mengingat kebesaran dan
nikmat Allah, merenungi semua
ciptaan-Nya agar bisa berkembang dengan baik dan senantiasa terjaga ketauhidannya.
Namun hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah keteladanan orang tua dalam
beribadah dan berakhlak mulia.
b.
Lingkungan
Pendidikan Formal
Lingkungan sekolah
atau madrasah atau tempat belajar yang lain merupakan lingkungan kedua setelah
keluarga. Tempat ini sangat penting dalam usaha meningkatkan kualitas akhlak.
Banyak kegiatan yang bisa dilakukan, mulai aktivitas belajar dan bermain sangat
berpengaruh dalam ikut membentuk kepribadian anak didik. Tanggung jawab guru
sangat besar dalam menerapkan berbagai metode yang tepat agar anak bisa terbimbing
akhlaknya dan tetap terjaga keimanannya.
Melihat begitu
pentingnya peran guru, maka seorang guru haruslah melakukan hal-hal berikut;
membimbing anak didiknya agar menyembah
Allah, ikhlas, sabar dalam menjalankan tugas, jujur dalam menyampaikan apa
yang diserukannya, membekali diri dengan ilmu, memahami kejiwaan dan
perkembangan anak didiknya, serta mampu bersikap adil kepada anak didiknya.
c.
Lingkungan
Masyarakat
Masyarakat Islam memiliki
tanggungjawab moral dalam membina akhlak. Allah menyuruh masyarakat Islam agar
berbuat yang ma’ruf dan mencegah yang munkar.
Allah berfirman:
كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ
لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ المُنْكَرِ
وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ
Kamu adalah umat yang terbaik
yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari
yang munkar, dan beriman kepada Allah (QS. Ali-Imran [3]
: 110)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar