Responsive Ads Here

Jumat, 11 Mei 2018

Hamba Allah yang berakhlak


BAB III

MENJADI HAMBA ALLAH YANG BERAKHLAK

Materi Pembelajaran :

1.      Pengertian Akhlak

Secara bahasa kata akhlak berasal dari bahasa Arab al-akhlak, yang merupakan bentuk jamak dari kata khuluq atau al-khaliq yang berarti a) tabiat, budi pekerti, b)  kebiasaan atau adat, c)  keperwiraan, kesatriaan, kejantanan

Sedangkan pengertian secara istilah, akhlak adalah suatu keadaan yang melekat pada jiwa manusia, yang melahirkan perbuatan-perbuatan yang mudah, tanpa melalui proses pemikiran, pertimbangan atau penelitian.

2.      Macam-macam Akhlak

a.       Akhlak Wadh’iyyah

Akhlak Wadh'iyyah adalah norma yang mengajarkan kepada manusia dengan berpedoman kepada olah pikir dan pengalaman manusia.

b.      Akhlak Islam

Norma keagamaan adalah akhlak yang mengajarkan akhlak kepada manusia dengan mengambil tuntunan yang telah diberikan Allah Swt.

3.      Cara Meningkatan Kualitas Akhlak

Peningkatan kualitas akhlak penting dilakukan untuk mencapai kemuliaan hidup. Kualitas akhlak (kemuliaan) sudah menjadi tujuan dari diutusnya Nabi Muhammad Saw, sesuai dengan sabdanya:

 “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” Rasulullah Saw sendiri merupakan figur ideal dan contoh kepribadian utama yang bisa dijadikan teladan.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا                                                    

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut  Allah”. (Q.S.Al-Ahzab  [33] : 21)

Jika kita melihat kondisi seperti sekarang ini, masyarakat sedang mengalami dekadensi moral. Lingkungan yang buruk, pengaruh negatif perkembangan tekhnologi dan pergaulan yang cenderung bebas, semakin menguatkan pandangan bahwa pembinaan kualitas akhlak dan peningkatan kualitas pendidikan Islam itu penting dilakukan agar terbentuk akhlak mulia dan terpuji.

4.      Penerapan Peningkatan Kualitas

a.       Lingkungan Keluarga

Keluarga adalah lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Seorang anak akan bisa tumbuh dan berkembang menjadi dewasa jika berada di dalam lingkungan keluarga yang dibangun berdasarkan takwa kepada  Allah..  Allah berfirman:

يَاَيُّهَالذِّيْنَ اَمَنُوْا قُوْا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِكُمْ نَارًا وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالحِجَارَةُ             

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. (QS at-Tahrim [66] : 6)

Peningkatan kualitas akhlak bisa dilakukan orang tua antara lain dengan cara membiasakan anak-anaknya mengingat kebesaran dan nikmat  Allah, merenungi semua ciptaan-Nya agar bisa berkembang dengan baik dan senantiasa terjaga ketauhidannya. Namun hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah keteladanan orang tua dalam beribadah dan berakhlak mulia.

b.      Lingkungan Pendidikan Formal

Lingkungan sekolah atau madrasah atau tempat belajar yang lain merupakan lingkungan kedua setelah keluarga. Tempat ini sangat penting dalam usaha meningkatkan kualitas akhlak. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan, mulai aktivitas belajar dan bermain sangat berpengaruh dalam ikut membentuk kepribadian anak didik. Tanggung jawab guru sangat besar dalam menerapkan berbagai metode yang tepat agar anak bisa terbimbing akhlaknya dan tetap terjaga keimanannya.

Melihat begitu pentingnya peran guru, maka seorang guru haruslah melakukan hal-hal berikut; membimbing anak didiknya agar menyembah  Allah, ikhlas, sabar dalam menjalankan tugas, jujur dalam menyampaikan apa yang diserukannya, membekali diri dengan ilmu, memahami kejiwaan dan perkembangan anak didiknya, serta mampu bersikap adil kepada anak didiknya.

c.       Lingkungan Masyarakat

Masyarakat Islam memiliki tanggungjawab moral dalam membina akhlak. Allah menyuruh masyarakat Islam agar berbuat yang ma’ruf dan mencegah yang munkar.  Allah berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ المُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ                                                                    

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada  Allah (QS. Ali-Imran [3] : 110)












Tidak ada komentar:

Posting Komentar